
|
Disclaimer Scream Here Credit Time Template by : Ainna Zieyha Basecodes by : Liyana Aina Background : Ainna Zieyha Stuffs by : Aina Hanani Best view : Google Chrome only |
bicara hati seorang gadis
Wednesday, 11 December 2013 | 18:38 | 0 comments
Puisi Rinduentah kenapa hati ini merasa kehilangan akan sesosok kepribadian yang begitu lembut yang menemani dalam kesendirian yang menghangatkan dikala hati membeku hari-hari dalam kebersamaan mungkinkah hanya tinggal kenangan belaka canda tawa bersamamu kini hanya penantian tutur sapa dengan dirimu kini hanyalah impian semata jauh tatapan untuk bertemu jauh kata untuk menyapa walau jarak membentang menghalangi namun hati menanti hadirnya dirimu Rindu Segurat wajah sendu... Seuntai syair pilu... Sepotong hati yang berbalut rindu.. Rindukan hadirmu, rindukan senyummu.. Tuhan di Surga.. trimakasih tlah kau Kirim Dia yang sangat berarti Untuk hidupku Dia pelangi hatiku, warnai hariku... Sepotong asa didada untuk tetap ada, takkan sirna Kini... nanti... dan sepanjang masa. Rindu Awalnya ku tak sungguh2 mnyukaimu kemudian sedikit demi sedikit Ku mulai mnyayangimu Tapi kini kau seperti Semkin terasa jauh dariku Tak tahu ku kenapa begitu Seperti daun yang tertiup angin Entah sanggup ku raih entah tidak Aku merindukanmu Sangat amat merindukanmu Aku hanya bisa menuliskannya pada Selembar kertas putih yang bersih Betapa ku merindukanmu seperti ratusan liter air yang berada di pantai seperti itulah rinduku padamu Tentang Rindu Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani Biarlah ku nikmati kesunyian ini Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini Biarlah ku nikmati kehampaan ini Mungkin air mata yang tulus Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta Semoga kerinduan ini kan segera berakhir Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna Dan dapat membuat ku bahagia Cinta dan Rinduku Padamu Adakah engkau disana sepertiku Memasuki dunia hayalanku yang mencaci Aku berhayal berduaan dengan mu Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu Wahai cintaku disana Mengapa kau tak mengenaliku Kau tak tahu apa yang ada di hatiku Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu Adakah engkau disana sepertiku Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan Saat berhadapan dengan mu Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku Engkau cintaku, cinta terpendamku Engkau rinduku, rindu tak bertuanku. Rindu Akan ke manakah angin melayang Tatkala turun senja nan muram Pada siapa lagu kuangankan Kelam dalam kabut rindu tertahan Datanglah engkau berbaring di sisiku Turun dan berbisik tepat di sampingku Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku Kuingin menjerit dalam pelukanmu Akan kemanakah berarak awan Bagi siapa mata kupejamkan Pecah bulan dalam ombak lautan Dahan-dahan di hati berguguran Untuk Ku Lidah membuat kita terluka Hingga… Ego membuat kita terpisah Aku pergi ke heningan malam Engkau pergi ke ujung jalan Tanpa menoleh lagi kebelakang Di tepi pasir putih ini Aku kembali merenungimu Mengapa pengorbanan untuk cinta kita Tak di anggap ada Aku kembali kesini Tempat di saat kita berpisah Karena rinduku padamu Berharap kau berfikiran sama Kembalilah untukku dari ujung jalan sana Senja Yang Indah Saat matahari mulai terbenam Aku melihatmu tersenyum di sampingku Aku tak berkedip menatap matamu Bagiku, matamu begitu sempurna Hari itu Aku merasakan denyut nadimu Detakan keras jantungmu Harum nafasmu Juga hangat cintamu Kini tentangmu kujadikan crita sebelum tertidur Ku jadikan bayang kerinduan sebelum terlelap Dan Ku jadikan Pelabuhan di alam mimpi Jiwa ini, Hati ini, Hidup ini begitu merindukanmu Engkau adalah kisah terindahku Yang Terjadi Apa yang akan terjadi pada Diri Sudah tertulis di Kabut Gunung Giri Walau seperti menguap di Tengah Hari Itu masih nyata tertera di Cosmic Memory Tapi aku harus terus Menyanyikan Lagu Itulah hiburan melepas Rindu Kalbuku Rindu kepada yang pernah menemaniku semasa waktu Kepada Dia yang membuatku terlena Aku tak mampu Membuat jadi lebih baik seseorang Biar kubaca Puisi hanya untuk Batu Karang Karena Rinduku kepadaNya, Dulu dan Sekarang |